Kawal Berita. Mengawal Informasi Bersama-sama. Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 16 Agustus 2022

Fadli Afkar

Marc Marquez diperkirakan akan kembali di MotoGP Malaysia 2022


Nusantara, Kawal Berita - Pebalap Repsol Honda Marc Marquez alias Baby Alien masih menjalani proses pemulihan operasi. Marquez berharap akan kembali balapan di fase akhir musim MotoGP 2022. Marquez terakhir kalinya balapan di Mugello, Italia dengan finis urutan kesepuluh. Setelahnya, pebalap berusia 30 tahun itu memutuskan untuk operasi lagi agar betul-betul menyembuhkan cedera lengan yang dideritanya sejak 2020 kemaren.

Honda pun jeblok tanpa Marquez. Sampai saat ini Hanya tiga kemenangan yang berhasil diraih, itupun berkat suksesi Marquez saat juara di Jerman, Austin, dan Emilia Romagna. Sedangkan di musim 2022 ini pencapaian terbaik pabrikan Honda hanya sekali finis ketiga di Qatar yang dipersembahkan oleh Pol Espargaro.

Honda sebenarnya tidak ingin mendesak Marc Marquez agar buru-buru kembali. Tapi, pebalap berkebangsaan Spanyol ini bertekad akan kembali ke lintasan pada dua seri terakhir atau paling cepat di Sepang, Malaysia pada 23 Oktober mendatang.

"Tujuan utamaku sekaligus tujuan realistisnya adalah balapan lagi sebelum akhir musim ini. Mungkin dua balapan terakhir atau hanya di Valencia," cetus Marquez dilansir Speedweek.

"Sebelum aku menunggangi motor untuk musim depan, aku harus berlomba setidaknya satu balapan," sambungnya.

Juara bertahan MotoGP Fabio Quartararo masih memimpin klasemen sementara dengan skor 180 poin, unggul 22 poin dari Aleix Espargaro dan 49 poin dari Francesco Bagnaia. Marquez menilai Quartararo layak khawatir jika Yamaha tidak membenani kecepatannya di trek lurus.

"Pecco akan menjadi pemain kunci dalam persaingan gelar. Fabio toh butuh bantuan dari Yamaha. Dia memang membalap dengan sangat kencang, tapi melawan rival-rivalnya tanpa memiliki kecepatan di lintasan lurus itu berarti sangat sulit," Tambah Marc Marquez.

Senin, 15 Agustus 2022

Fadli Afkar

Presiden Jokowi : Kita Harus Jaga Keberlanjutan Pembangunan IKN

Nusantara, Kawal Berita - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar pembangunan Ibu Kota Negara di Kalimantan dijaga dan terus berlanjut. Beliau menyebutkan bahwa Ibu Kota Baru nantinya tidak hanya bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) melainkan juga bagi para inovator hingga wirausahawan.


Simak selengkapnya pada Video ini, Selasa (16/08/2022)


Sabtu, 13 Agustus 2022

Fadli Afkar

Jangan Diabaikan ya, Nomor WhatsApp Kita Bisa Dikloning dan Dibajak Orang Tidak Bertanggung Jawab


Nusantara
, Kawal Berita - Para Pengguna aplikasi WA / WhatsApp harus mewaspadai kasus pembajakan dan kloning akun. Biasanya ini dilakukan untuk memantau percakapan kita sebagai korban, mengintip, sampai melakukan aksi kejahatan lainnya.

Salah satunya, adalah dengan menggunakan nomor yang dijadikan akun WA / WhatsApp. Modus tersebut dilakukan apabila pelaku mengakses WhatsApp Web karena memerlukan pemindaian QR Code. Untuk itu mereka membutuhkan akses khusus fisik dari ponsel korbannya.

Setelah dapat diakses, pelaku akan mendapatkan akses ke akun korbannya dan dapat memantau seluruh percakapan bahkan membalas pesan seolah-olah itu berasal dari korban.

Untuk itu pengguna WhatsApp harus melakukan langkah penyelamatan agar tidak menjadi korban kejahatan. Berikut caranya:

1. Verifikasi Dua Langkah
Untuk mengaktifkannya, yakni dengan masuk ke menu Setelan > Akun. Pilih opsi Verifikasi Dua Langkah dan WhatsApp akan meminta mengaktifkan dengan PIN. Masukkan enam enam digit angka dan email yang terintegrasi dengan akun.

2. Fitur Pindai Sidik Jari
Untuk mengaktifkan fitur ini, masuk ke menu Setelan > Akun > Privasi > Kunci Sidik Jari.

3. Keluar Dari Perangkat Tidak Dikenal
Pengguna juga dapat melihat perangkat apa saja yang terhubung dengan akun. Caranya Klik Titik Tiga yang ada dipojok kanan atas dan pilih Perangkat Tertaut, berikutnya akan terlihat daftar perangkat yang terhubung. Setelah itu, hapus akses WhatsApp dari perangkat yang tidak dikenal atau tidak digunakan.

Ciri WhatsApp Kita Disadap
Berikut ini ciri-ciri untuk mengetahui kita sudah menjadi korban penyadapan WhatsApp:

1. Akun pengguna mendadak Keluar Akun dari aplikasi

2. Tiba-tiba Pesan telah dibaca

3. Pesan terkirim tanpa diketahui pengguna

4. Whatsapp web tiba-tiba aktif

5. Ada kiriman OTP. OTP dikirimkan melalui SMS ke nomor ponsel yang terhubung dengan akun WhatsApp. Jika ada pesan berisi kode itu artinya bisa jadi ada yang mencoba masuk ke akun WhatsApp kita. Ingat untuk tidak memberikannya pada siapapun dan langsung dihapus saja.

Terima kasih sudah berkunjung, semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca dan merasa lebih waspada pada keamanan akun sosial media kita.