Honda pun jeblok
tanpa Marquez. Sampai
saat ini Hanya tiga kemenangan yang berhasil diraih, itupun berkat suksesi Marquez saat juara di Jerman,
Austin, dan Emilia Romagna. Sedangkan di musim 2022 ini pencapaian terbaik pabrikan Honda hanya sekali finis ketiga di Qatar
yang dipersembahkan oleh Pol Espargaro.
Honda sebenarnya tidak
ingin mendesak Marc Marquez agar buru-buru kembali. Tapi,
pebalap berkebangsaan Spanyol
ini bertekad akan kembali ke lintasan pada dua seri terakhir atau paling cepat
di Sepang, Malaysia pada 23 Oktober mendatang.
"Tujuan utamaku sekaligus tujuan realistisnya adalah
balapan lagi sebelum akhir musim ini. Mungkin dua balapan terakhir atau hanya
di Valencia," cetus Marquez dilansir Speedweek.
"Sebelum aku menunggangi motor untuk musim depan, aku
harus berlomba setidaknya satu balapan," sambungnya.
Juara bertahan MotoGP Fabio Quartararo masih memimpin
klasemen sementara dengan skor 180 poin, unggul 22 poin dari Aleix Espargaro
dan 49 poin dari Francesco Bagnaia. Marquez menilai Quartararo layak khawatir
jika Yamaha tidak membenani kecepatannya di trek lurus.
"Pecco akan menjadi pemain kunci dalam persaingan
gelar. Fabio toh butuh bantuan dari Yamaha. Dia memang membalap dengan sangat
kencang, tapi melawan rival-rivalnya tanpa memiliki kecepatan di lintasan lurus itu berarti sangat
sulit," Tambah Marc Marquez.



